Inovasi apapun dalam pertanian harus
menjamin keadilan bagi petani. Banyak inovasi teknologi selama ini memperluas
kesenjangan antara petani miskin dan kaya karena tidak diatur oleh institusi
lokal.
Akibatnya petani kehilangan hak menggunakan
dan mengadaptasi pengetahuannya sendiri. Pertanian organik, apabila
dilaksanakan dengan prinsip perubahan paradigma tersebut dapat membangun
kembali jati diri petani (ada pertanian organik dan monokultur yang dikuasai
perusahaan besar, ini yang perlu diwaspadai).
Pertama, inovasi petani dalam pemuliaan
benih diakui dalam gerakan pertanian organik. Kedua, proses sosio-kultural juga
diakui walaupun pengembangan institusinya masih lemah. Terakhir, yang paling penting,
pertanian organik bisa mendorong petani untuk menghasilkan pangan yang sehat
bagi dirinya dan keluarganya sendiri dulu, sehingga mereka mendapatkan haknya
sebelum menjual sisanya ke pasar. Tetapi gerakan pertanian organik belum
terlalu mampu mengubah citra petani. Jadi hak petani untuk dihormati sebagai
petani masih belum tercipta. Kisah tentang Pak Niman ini mungkin bisa menjadi inspirasi
bagaimana seorang petani bercerita
tentang inovasi dan kemandirian yang akan mengantarkannya pada kesuksesan,
sebuah upaya untuk mengembalikan citra bahwa profesi petani layak dihormati dan
diperhitungkan.

